Daerah  

Ombudsman Gorontalo Lakukan Penilaian Maladministrasi di RSCG Boalemo, Dorong Peningkatan Tata Kelola Pelayanan Publik

Poota.id, Boalemo — Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo melakukan penilaian terhadap potensi maladministrasi dalam pelayanan publik di Rumah Sakit Clara Gobel (RSCG) Boalemo, Kamis (23/10/2025).

Penilaian tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa seluruh penyelenggara layanan publik, baik di sektor kesehatan maupun pemerintahan daerah, menjalankan pelayanan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas.

Asisten Bidang Pencegahan Maladministrasi Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Andika Rahmatilah Yahya, menjelaskan bahwa penilaian pelayanan publik di Boalemo dilakukan selama tiga hari dan melibatkan beberapa instansi, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta Rumah Sakit Clara Gobel.

“Kami hadir di RSCG untuk menilai sejauh mana tata kelola pelayanan publik dijalankan. Evaluasi ini tidak hanya melihat prosedur dari sisi penyelenggara, tapi juga memperhatikan pengalaman dan pendapat masyarakat sebagai pengguna layanan,” ungkap Andika.

Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan Ombudsman bersifat menyeluruh, mencakup aspek administrasi, kualitas pelayanan, serta efektivitas sistem pengaduan publik. Langkah ini diambil agar hasil penilaian benar-benar mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

Dalam hasil peninjauan sementara, Ombudsman menilai sistem pengelolaan pengaduan dan manajemen antrean pasien di RSCG masih perlu dilakukan pembenahan agar lebih efisien dan mudah diakses masyarakat.

Baca Juga :  Bedah Buku “Menyingkap Tabir Kebenaran Ahmadiyah” Picu Antusiasme: Ruangan Penuh, Gagasan Meluap

“Kami melihat ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam mekanisme pengaduan dan sistem antrean di poliklinik yang ramai. Tujuannya agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama dan merasa terlayani dengan baik,” ujar Andika.

Ia berharap, perubahan nama rumah sakit menjadi Rumah Sakit Clara Gobel dapat menjadi momentum lahirnya semangat baru dalam memperbaiki kualitas layanan publik di Boalemo, khususnya dalam sektor kesehatan.

Lebih lanjut, Andika menegaskan bahwa penilaian ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Ombudsman dan RSCG. Ombudsman, kata dia, akan terus membuka ruang komunikasi untuk memastikan rekomendasi perbaikan dijalankan secara konsisten.

“Kami tidak berhenti setelah survei atau penilaian selesai. Ombudsman tetap membuka jalur koordinasi dengan pihak rumah sakit agar perbaikan bisa dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Selain itu, Andika juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Ia menekankan bahwa setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan keluhan atau laporan apabila merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diterima.

“Jika masyarakat merasa pengaduannya belum direspons di tingkat rumah sakit, mereka bisa langsung melapor ke Ombudsman. Bisa melalui kunjungan langsung, telepon, WhatsApp, atau media sosial kami. Semua saluran itu terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Boalemo Gencarkan Sosialisasi ke Remaja, Ibu Hamil, dan Ibu Balita Lewat Kunjungan Posyandu

Melalui kegiatan ini, Ombudsman Gorontalo ingin memastikan agar seluruh instansi pelayanan publik di Boalemo — termasuk Rumah Sakit Clara Gobel — benar-benar menjalankan fungsinya secara terbuka, bebas dari praktik maladministrasi, dan mengutamakan kepuasan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi antara Ombudsman, pihak rumah sakit, dan masyarakat dapat melahirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan adil bagi semua,” tutur Andika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *