Poota.id, Pohuwato – Gelombang kritik terhadap aktivitas pertambangan PT Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato kian meluas. Setelah aksi demonstrasi besar-besaran dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa, kini giliran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pohuwato yang angkat suara.
Sekretaris PCNU Pohuwato, Risman Ibrahim, menegaskan bahwa perusahaan tambang tersebut beserta seluruh anak perusahaannya harus menyadari posisinya di Pohuwato. Ia mengingatkan agar perusahaan segera merespons serius berbagai tuntutan warga sebelum konflik sosial kembali pecah.
“Daerah memang tidak boleh menolak investasi. Tapi perusahaan wajib bertanggung jawab atas semua tuntutan masyarakat. Jangan sampai berulang konflik horizontal seperti tahun 2023,” tegas Risman, Rabu (24/9/2025).
Menurut Risman, sederet persoalan yang dikeluhkan warga bukan isapan jempol. Mulai dari konflik lahan, kompensasi tali asih yang belum tuntas, PHK sepihak, penutupan akses jalan, hingga janji alih profesi yang tak kunjung direalisasikan.
“Data kami menunjukkan ada lebih dari 400 orang yang belum menerima ganti rugi lahan. Sementara pihak perusahaan mengklaim tinggal 100 orang. Ini jelas timpang,” ujarnya.
Risman juga menyoroti PHK sepihak yang memukul tenaga kerja lokal, serta janji alih profesi bagi mantan penambang yang hingga kini tak kunjung terbukti.
“Masyarakat sudah merelakan tambang tradisional mereka hilang. Tapi janji alih profesi dari perusahaan hanya sebatas retorika. Akibatnya, ekonomi warga makin terpuruk,” tambahnya.
Ia menilai program bagi-bagi sembako yang dilakukan perusahaan sama sekali tidak menyentuh akar persoalan. “Itu hanya solusi instan, bukan jawaban atas hilangnya sumber nafkah ribuan warga,” kritiknya.
PCNU Pohuwato memastikan tidak akan tinggal diam. Risman mengungkapkan, pihaknya segera membawa masalah ini ke Pengurus Wilayah NU Gorontalo, lalu diteruskan ke Pengurus Besar NU.
“Kami akan kawal rekomendasi ini sampai tingkat pusat. Perusahaan harus ingat, keberadaannya di Pohuwato seharusnya membawa maslahat, bukan mudarat,” tegas Risman.













