Rupiah Menguat Seiring Pengumuman Bank Sentral AS, Namun Risiko Global Meningkat

Ilustrasi uang (foto Istimewa)

Poota.id, Jakarta, Nilai tukar rupiah menguat dalam penutupan perdagangan sore Kamis (20/3/2025). data Bloomberg, rupiah mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen atau 46 poin, menjadi Rp16.485 per dolar AS.

Ibrahim Assuaibi, seorang analis, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah ini dipicu oleh pengumuman dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), yang memutuskan untuk tidak mengambil tindakan drastis terkait perang dagang. “Pasar agak lega dengan keputusan tersebut. Namun, Bank Sentral AS memangkas proyeksi pertumbuhan tahunannya dan memperkirakan inflasi yang lebih tinggi,” jelas Ibrahim dalam analisisnya.

Namun, meskipun pasar merespons positif, risiko global masih meningkat. Hal ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, dengan agresi militer Israel yang kembali meningkat di Gaza serta serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Kembali Bangkit, LPS Prediksi Pertumbuhan Positif di 2025

Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengungkapkan optimisme mengenai kemungkinan gencatan senjata dengan Rusia. Jika tercapai, gencatan senjata ini dapat memicu pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Rusia, yang pada gilirannya dapat berpengaruh pada stabilitas pasar global.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada kebijakan fiskal Beijing. Pemerintah Tiongkok berusaha untuk mendukung belanja swasta dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya, seperti yang diperkirakan oleh banyak pihak.

Dalam aspek domestik, Ibrahim Assuaibi juga mencatat bahwa penerimaan pajak Indonesia hingga akhir Februari 2025 baru mencapai Rp187,8 triliun atau sekitar 8,6 persen dari target APBN 2025. Permasalahan dalam implementasi sistem Coretax menjadi perhatian utama yang dapat memengaruhi penerimaan negara dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Makan Bergizi Gratis Capai 15 Juta Penerima Manfaat, Presiden Prabowo Pacu Percepatan

Dengan berbagai dinamika global dan internal yang terjadi, pasar akan terus memantau perkembangan tersebut, yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *