Abdul Yatim Paputungan Kader PMII Gorontalo Luncurkan Buku Berjudul ‘Dari Pergerakan Menuju Perumus Kebijakan’

Poota.id, Gorontalo — Literasi gerakan mahasiswa kembali mendapat warna baru. Kader aktif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Abdul Yatim Paputungan, resmi merilis buku terbarunya berjudul Dari Pergerakan Menuju Perumus Kebijakan yang ditulis pada September 2025.

Buku ini menghadirkan refleksi intelektual sekaligus tawaran gagasan mengenai bagaimana kader PMII dapat menapaki jalan strategis menuju ruang-ruang perumusan kebijakan publik tanpa tercerabut dari nilai-nilai gerakan.

Penulis yang akrab disapa Atim menuturkan, karya tersebut lahir dari kegelisahan intelektual dan pengalaman panjang dalam dunia organisasi.

“Buku ini bukan untuk memuaskan selera baca semata. Ia lahir dari pengalaman gerakan dan keinginan menjembatani kader PMII yang memiliki orientasi politik agar tetap berpegang pada etika dan tradisi pergerakan,” ujarnya Sabtu (10/1/2026).

Melalui kisah seorang kader PMII yang telah berada di lingkar kebijakan, Atim mengurai bagaimana nilai advokasi dan kultur gerakan dapat tetap dijaga di tingkat pengambilan keputusan. Cerita itu menjadi pintu masuk untuk membaca hubungan antara gerakan mahasiswa dan dunia kebijakan yang selama ini dianggap berjarak.

Baca Juga :  Mengawal Peradaban Bangsa: Mengapa Studi Lanjut Magister PPKn adalah Investasi Intelektual Terbaik Hari Ini

Buku itu juga mengajak pembaca menelusuri kembali akar historis PMII, mulai dari latar belakang kelahiran, nilai dasar pergerakan, struktur organisasi, hingga sistem kaderisasi yang membentuk watak gerakan.
Dengan pendekatan tersebut, Dari Pergerakan Menuju Perumus Kebijakan tidak hanya berbicara soal politik kebijakan, tetapi juga tentang kesinambungan kaderisasi dan tanggung jawab kader PMII dalam mengawal kepentingan publik.

Selain bernilai dokumentatif, buku ini menawarkan ruang refleksi bagi kader muda PMII untuk menimbang ulang peran dan orientasi mereka di masa depan. Atim menegaskan bahwa masuk ke lingkar perumus kebijakan bukan bentuk pengkhianatan terhadap gerakan, melainkan kelanjutan perjuangan pada medan yang berbeda.

Baca Juga :  Deteksi Dini Konflik Berdimensi Keagamaan: Upaya Menjaga Keharmonisan Sosial di Indonesia

“Yang penting, nilai-nilai PMII tetap menjadi kompas moral dalam setiap keputusan,” tegasnya.

Rilis buku ini mendapat perhatian di lingkungan PMII dan kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, terutama karena mengangkat tema yang jarang dibahas secara mendalam dalam literatur gerakan mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *