Ketika Dewan Jadi Makelar: Boalemo dalam Cengkeraman Pengkhianat Rakyat

Tajuk, Poota.id – Dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo dalam penerimaan upeti dari aktivitas pertambangan ilegal bukan hanya mencoreng nama lembaga legislatif, tetapi juga mengkhianati amanah rakyat yang telah mempercayakan suara dan nasibnya pada para wakilnya.

Di tengah krisis ekologis dan ekonomi yang membelit masyarakat pesisir dan pedalaman Boalemo, kabar ini menjadi tamparan keras. Kekayaan alam yang seharusnya dikelola demi kesejahteraan bersama justru dijadikan ladang transaksi diam-diam, menguntungkan segelintir pihak dan merugikan masa depan daerah.

Pertambangan ilegal bukan sekadar persoalan administratif. Ini adalah ancaman nyata terhadap kelestarian lingkungan, keamanan sosial, dan stabilitas hukum. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga hilangnya ruang hidup masyarakat lokal adalah dampak yang tak bisa dibayar dengan fee bulanan, atau diam-diamnya amplop di balik meja.

Baca Juga :  Pemimpin Boneka Oligarki

Lebih dari itu, jika benar ada anggota dewan yang terlibat dalam praktik semacam ini, maka mereka tak layak lagi menyandang predikat “wakil rakyat”. Mereka berubah menjadi makelar kepentingan, yang menjual pengaruh demi keuntungan pribadi, dan menjadikan kursi legislatif sebagai alat tawar yang tak bermoral.

Situasi ini semakin memperparah krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD. Sebuah lembaga yang seharusnya menjadi penjaga integritas dan pengawas jalannya pemerintahan, justru diduga terlibat dalam praktik yang merusak tatanan.

Sudah saatnya aparat penegak hukum bergerak. Tidak boleh ada impunitas bagi mereka yang bermain di dua kaki: menyuarakan rakyat di siang hari, dan menghitung upeti di malam hari. Penyidikan yang transparan dan tidak tebang pilih harus dilakukan. Jika terbukti bersalah, langkah hukum dan sanksi politik harus ditegakkan.

Baca Juga :  Tambang yang Sengaja Diilegalkan: Ketika Negara Tunduk pada Kuasa Modal dan Rakyat jadi Penonton

Rakyat Boalemo tak butuh wakil yang piawai berdalih, tapi yang bersih, jujur, dan berani berpihak pada masa depan. Cukup sudah daerah ini dipermainkan oleh elite yang berpura-pura peduli. Sekarang, waktunya kita bicara lantang: bersihkan DPRD dari para perusak harapan.

Penulis: Mohammad Syarief Evansyah

(Ketua Umum HMI Cabang Boalemo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *