Poota.id, Gorontalo – Proses pencairan uang harian peserta kegiatan Peningkatan Kapasitas Koperasi Desa Merah Putih yang digelar oleh Dinas Koperasi Provinsi Gorontalo menuai sorotan. Sejumlah peserta mengeluhkan mekanisme administrasi yang dinilai tidak terkoordinasi dengan baik sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan dana setelah kegiatan berakhir.
Keluhan peserta umumnya berkaitan dengan lambatnya verifikasi berkas dan berulangnya permintaan dokumen. Salah satu isu yang mencuat adalah persoalan perbedaan nama pada rekening bank peserta. Informasi terkait ketidaksesuaian nama tersebut baru disampaikan beberapa hari setelah kegiatan selesai, sehingga peserta harus melakukan perbaikan mendadak.
“Masalah rekening baru diberitahu setelah kegiatan rampung. Kami harus bolak-balik mengurus perbaikan nama, dan verifikasinya pun sangat lama,” ungkap seorang peserta.
Tak hanya persoalan rekening, peserta juga mengkritik permintaan absensi yang dilakukan beberapa kali oleh panitia. Banyak peserta mengaku harus mengisi daftar hadir lebih dari dua kali, bahkan melakukan revisi berulang kali, namun perbaikan dari pihak penyelenggara dinilai berjalan sangat lamban.
“Kami sudah mengikuti semua prosedur. Tapi administrasinya terlalu sering diminta ulang. Absensi juga berkali-kali, padahal bisa dicek sejak awal. Ini yang membuat pencairan uang harian jadi sangat terlambat,” ujar peserta lain yang enggan disebutkan namanya.
Hingga kini, sebagian peserta masih menunggu kejelasan terkait kapan uang harian mereka akan dicairkan. Mereka berharap Dinas Koperasi Provinsi Gorontalo segera melakukan evaluasi internal agar mekanisme administrasi lebih sederhana, transparan, dan cepat di kegiatan mendatang.
Peserta menilai persoalan seperti ini tidak semestinya terjadi, terutama pada kegiatan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Koperasi Provinsi Gorontalo belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan pencairan dana tersebut.













