Poota.id, Gorontalo — Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo terus berupaya meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, yang digelar di Grand Q Hotel Gorontalo, Rabu (29/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani Lumul, menegaskan bahwa pelaksanaan SPM di bidang kesehatan merupakan kewajiban konstitusional pemerintah daerah untuk menjamin hak dasar warga negara atas layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.
“SPM kesehatan adalah instrumen krusial yang memastikan setiap warga Boalemo mendapatkan pelayanan dasar yang esensial. Evaluasi ini menjadi langkah penting dalam mengukur kinerja dan mempercepat pencapaian target kesehatan tahun 2025,” jelas Sutriyani.
Evaluasi SPM tahun 2025 dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pencapaian setiap indikator layanan, menganalisis tantangan yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan strategi percepatan yang efektif dalam implementasi SPM 2024–2025.
Hasil evaluasi ini juga akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan penganggaran berbasis kinerja, guna memperkuat sistem kesehatan daerah menuju Boalemo Sehat 2025.
Ruang lingkup SPM sektor kesehatan mencakup 12 jenis layanan dasar esensial yang dibagi dalam beberapa kelompok prioritas:
Kesehatan Ibu dan Anak – mencakup pelayanan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita.
Kesehatan Usia Sekolah dan Produktif – pelayanan bagi anak usia sekolah dasar hingga penduduk usia kerja.
Penyakit Tidak Menular (PTM) – termasuk hipertensi, diabetes melitus, dan layanan kesehatan bagi lansia.
Penyakit Menular dan Kesehatan Jiwa – meliputi pelayanan bagi penderita gangguan jiwa berat, suspect tuberkulosis, serta orang dengan risiko HIV/AIDS.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar yang inklusif, preventif, dan berorientasi pada hasil.
Dinas Kesehatan Boalemo menargetkan peningkatan signifikan dalam berbagai indikator utama layanan kesehatan. Fokus diarahkan pada area-area dengan pencapaian rendah agar kesenjangan layanan dapat segera ditutup.
Berdasarkan hasil evaluasi, capaian indikator layanan kesehatan di Kabupaten Boalemo tahun 2025 menunjukkan progres positif di berbagai sektor.
Layanan kesehatan bagi ibu hamil telah mencapai 94 persen dari target 100 persen, sementara pelayanan untuk ibu bersalin sudah mendekati sempurna dengan capaian 98 persen dari target 100 persen. Pada sektor kesehatan bayi baru lahir, capaian berada di angka 89 persen dengan target 95 persen, sedangkan pelayanan bagi balita telah mencapai 95 persen dari target 98 persen.
Untuk penyakit tidak menular, penanganan penderita hipertensi tercatat sebesar 68 persen dari target 80 persen, dan pelayanan bagi penderita diabetes melitus sudah mencapai 71 persen dari target 85 persen. Capaian ini menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Boalemo untuk mempercepat langkah menuju pemerataan dan peningkatan mutu layanan kesehatan di seluruh wilayah.
“Target tahun 2025 adalah tujuan realistis yang bisa dicapai melalui strategi percepatan berbasis data, sinergi lintas sektor, serta komitmen seluruh tenaga kesehatan di lapangan,” tambah Sutriyani.
Melalui evaluasi ini, Dinas Kesehatan Boalemo menegaskan visinya untuk mewujudkan masyarakat sehat, produktif, dan tangguh menghadapi tantangan kesehatan masa depan.
Langkah-langkah konkret seperti penguatan puskesmas, peningkatan SDM kesehatan, optimalisasi surveilans penyakit, dan layanan promotif-preventif akan terus dijalankan sebagai bagian dari roadmap Boalemo Sehat 2025.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Boalemo diharapkan dapat menjadi model daerah dengan capaian SPM kesehatan terbaik di Provinsi Gorontalo.













