Poota.id, Vatikan – Gereja Katolik Roma resmi memiliki pemimpin baru. Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai paus ke-268 dan mengambil nama Paus Leo XIV, menggantikan mendiang Paus Fransiskus yang wafat pada usia 88 tahun. Ia menyampaikan pidato perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus di hadapan ribuan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus.
“Salam untuk Roma dan dunia. Semoga damai menyertai Anda,” ucap Paus Leo XIV dalam momen yang disiarkan langsung oleh Vatikan News, Jumat (9/5).
Dalam pidato yang sarat pesan damai dan spiritualitas, Paus Leo XIV mengajak umat untuk membiarkan damai Kristus masuk ke dalam hati dan kehidupan mereka.
“Ini adalah salam pertama dari Kristus yang bangkit, sang Gembala yang baik… Semoga damai menyertai Anda, menjangkau keluarga Anda dan seluruh bumi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Paus Fransiskus, menggambarkannya sebagai suara yang lemah namun tetap berani, dan berjanji untuk melanjutkan berkat serta semangat pelayanan pendahulunya.
“Tuhan mengasihi kita semua, tanpa syarat… Kejahatan tidak akan menang. Kita semua berada di tangan Tuhan,” lanjutnya.
Sebagai putra spiritual Santo Agustinus dan anggota Ordo Agustinian, Paus Leo XIV menekankan peran Gereja dalam memelihara dialog, persatuan, dan keadilan. Ia juga menyerukan kepada seluruh umat untuk menjadi pewarta yang setia dan tanpa rasa takut.
“Saya adalah putra Santo Agustinus. Beliau berkata, ‘Bersamamu saya seorang Kristen, bagimu saya seorang uskup. Semoga kita berjalan bersama menuju tanah air yang telah dipersiapkan Tuhan.”
Pemilihannya terjadi pada hari kedua konklaf setelah dua kali hasil pemungutan suara sebelumnya menghasilkan asap hitam, menandakan belum tercapainya konsensus. Sebanyak 133 kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Kapel Sistina sejak Rabu (7/5), dan akhirnya memilih Paus Leo XIV sebagai pemimpin bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Dengan latar belakang teologis yang kuat dan pengalaman pastoral lintas negara, Paus Leo XIV diharapkan membawa semangat baru dalam menjawab tantangan zaman modern sambil tetap berakar pada nilai-nilai Injil. (Poota)













