Poota.id, Jakarta — Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini. Berdasarkan data Bloomberg Asian Pacific Currencies hingga pukul 09.18 WIB, rupiah tercatat menguat sebesar 103,5 poin atau 0,61 persen ke level Rp16.769 per dolar AS di pasar spot, Kamis (10/4/2025).
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan menguatnya sejumlah mata uang Asia lainnya yang juga bergerak di zona hijau. Yen Jepang naik 0,61 persen ke posisi 146 yen per dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,38 persen menjadi 32,8 dolar Taiwan per dolar AS, sementara ringgit Malaysia tercatat naik 0,33 persen menjadi 4,48 ringgit per dolar AS.
Mata uang Asia lainnya, seperti won Korea Selatan, mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,98 persen ke posisi 1.045 won per dolar AS. Sementara itu, peso Filipina juga mengalami apresiasi sebesar 0,28 persen menjadi 57,1 peso per dolar AS.
Namun, tidak semua mata uang Asia mengalami penguatan. Dolar Hong Kong justru melemah tipis 0,01 persen ke posisi 7,7 per dolar AS. Dolar Singapura pun ikut turun sebesar 0,13 persen menjadi 1,342 per dolar AS.
Penguatan mata uang Asia, termasuk rupiah, kemungkinan dipicu oleh pelemahan dolar AS secara global, didorong oleh spekulasi pasar atas arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve serta sentimen positif terhadap pemulihan ekonomi di kawasan Asia.













